Pahlawan Itu Bernama Ibu

LITERASI

Pahlawan Itu Bernama Ibu,

            Zilan adalah anak dari keluarga yang kurang mampu, ayahnya sudah tiada, ibunya pun sakit-sakitan. Zilan harus membantu ibunya untuk mencari uang dengan cara menyemir sepatu.

Saat pagi, Zilan mendapat kabar jika sekolah diliburkan 2 Minggu. ”2 Minggu? kalau begitu aku bisa dapat penghasilan dari semir sepatu lebih banyak dong?’ pikir Zilan tanpa tau alasan sekolahnya liburkan. Saat Zilan sedang mencari pelanggan, dia terheran karena tak ada satupun orang dimana-mana. Tetapi dia pantang menyerah untuk mencari pelanggan.

Waktu berjalan dengan cepat, tak terasa sudah tengah malam. Zilan harus pulang kerumah, sesampai dirumah “Zilan darimana saja? Ibu khawatir sama kamu Zil” ucap ibu Zilan sambil memegang tangan Zilan.

“Ibu, Zilan sudah ke sana ke mari mencari pelanggan, tetapi tidak ada satupun orang dimana-mana,” Ucap  Zilan  dengan mata berkaca-kaca. “Sudah tak apa, ayo makan, ibu gamau makan kalau gak bareng kamu” ucap Ibu Zilan. Setelah makan, Zilan bersiap-siap untuk tidur.

Namun dia terbangun dari tidurnya pada jam 2 pagi. Zilan bersiap-siap untuk melaksanakan Sholat tahajud, kemudian ia berdoa agar diberi kemudahan untuk hari esok.

Paginya, Zilan mengetahui kabar dari TV usang miliknya, bahwa virus Covid-19 telah menjadi wabah pandemi di Indonesia. Lalu ia berfikir bagaimana cara mendapatkan uang untuk kedepannya disaat masa Pandemi. Zilan berfikir untuk membuat kerjainan dari bahan bekas. Zilan meminta bantuan dari temannya untuk mempromosikan kerajinannya lewat Media Sosial.

Temannya pun membantunya, setelah beberapa hari kemudian ternyata kerajinan yang ia buat banyak yang berminat. ”Zil, banyak yang memesan kerajinanmu loh, lihat ini,” ucap temannya Zilan. Zilan sangat senang, hingga ia tak bisa berkata-kata. Teman Zilan pun tetap membantu Zilan dalam usaha kecilnya itu.

Akhirnya Zilanpun bisa membeli obat-obatan untuk ibunya, kini ibunya tak sakit lagi. Ibunya sudah bisa menggantikan Zilan untuk mencari uang. Namun Zilan menyangkalnya “Karena usaha ini, ibu bisa sembuh, usaha ini sangat berjasa bagi Zilan, Bu. Tetapi, jika Ibu tetap ingin bekerja, Zilan akan mendukung Ibu semampu Zilan” ucap Zilan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *